Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon, Jet Canggih Multi Misi

foto-gambar-pesawat-tempur-f-16-fighting-falcon-indonesia-tni-au

Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU

Dilansir CNN Indonesia pada 1 Maret 2018, TNI AU menerima hibah 24 pesawat tempur jenis F-16 C/D dari Amerika Serikat. Penyerahan pesawat tempur F-16 tersebut dilakukan di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur dan disaksikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono. Varian F-16 C/D dilengkapi radar Westinghouse AN/APG-68, yaitu radar Pulse-doppler jarak jauh yang bisa memindai hingga jarak 296 km. Radar ini didesain oleh Westinghouse (sekarang Northrop Grumman) menggantikan radar AN/APG-66 dalam pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.

Seperti dikutip dari Wikipedia, radar ini memiliki radar apertur sintetik. Dari segi persenjataan varian ini adalah model pertama yang sanggup menggotong rudal AGM-45, AGM-88, dan AIM-120. Untuk membantu operasional malam hari, Block ini kemudian diupgrade agar bisa menggunakan pod pembidik LITENING. F-16 C/D terbaru milik TNI-AU, walaupun sering disebut sebagai F-16 Block 52ID, sebenarnya adalah F-16 Block 32+ atau F-16 Block 32 dengan tambahan fitur-fitur teknologi ala Block 52. Selain senjata yang canggih, Pesawat F-16 C/D memiliki mesin turbofan afterburning yang diproduksi oleh Pratt & Whitney.

General Dynamics F-16 Fighting Falcon

F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur supersonic besutan perusahaan General Dynamic (yang kemudian diakuisisi oleh perusahaan Lockheed Martin). Jet tempur ini dapat digunakan dalam berbagai medan sehingga sering disebut sebagai jet multi peran, dan masuk dalam daftar 10 besar jet tempur terbaik di dunia tahun 2018. F-16 Fighting Falcon memiliki beberapa keunggulan mencolok, antara lain: merupakan satu-satunya dari jajaran 10 besar jet tempur terbaik dunia yang juga hemat biaya. Memiliki kecepatan tinggi dan sangat tangkas, jet tempur ringan ini memang memiliki kekurangan dalam hal jarak dan muatan dibanding jet tempur bermesin ganda yang berukuran lebih besar seperti F – 15 Eagle. Namun kekurangan ini masih dapat dimaafkan karena biayanya yang tidak sampai separuhnya, yaitu sekitar 27 juta US$ pada tahun 2017. Hingga saat ini terdapat kurang lebih 24 negara pemilik pesawat tempur f-16 fighting falcon sebagai andalah militer mereka, termasuk Indonesia.

general-dynamics-f16-fighting-falcon-indonesia-tni-au

Mesin tunggal F-16 dengan desain teknologi baru dimaksudkan untuk memaksimalkan performa kinematiknya. Mesin Pratt & Whitney F100 dengan asupan bahan bakar yang disampirkan dibagian bawah badan pesawat mampu menghasilkan ratio beban daya dorong yang istimewa dikarenakan ringannya Falcon, sehingga melesatkan F-16 ini hingga dua kali kecepatan suara di ketinggian. F-16 juga mampu melakukan manuver-manuver tajam dan ekstrem, menjadikan jet tempur ini yang pertama berhsil melakukan 9 G dalam satu kali putaran, lebih kencang dibanding jet tempur Amerika lainnya, sebelum kemunculan F 22 Raptor.

Bahkan, faktanya, untuk memaksimalkan kemampuan manuvernya, F-16 ini sengaja di desain supaya tidak stabil secara aerodinamik, sebuah minus yang secara otomatis ditutupi dan ditangani oleh Sistem Kontrol Penerbangan canggih milik F-16. Pada intinya desain ini berhasil karena F-16 memiliki terobosan revolusioner skema kontrol terbang dengan menggunakan antarmuka (Fly-By-Wire), yang berarti kontrol dari pilot ditafsirkan melalui panel antarmuka elektronik bukan melalui hidrolik atau kontrol manual yang dihubungkan dengan panel. Hal ini menyebabkan kontrol pesawat menjadi lebih dapat diandalkan, dan sistem komputer pesawat juga mampu mengoreksi manuver pilot sesuai kebutuhan untuk menghindari kemungkinan melampaui ambang batas toleransi dari pesawat jet tempur Falcon. Fitur canggih lain yang disandingkan di dalam jet tempur ini berada pada bagian joystick, disebut sebagai Hands-On Throttle and Stick (HOTAS), yaitu penggabungan katup penutup yang menjadikan pilot lebih mudah mengoperasikan. Hingga kini Fly-By-Wire dan HOTAS merupakan fitur standar dalam pesawat tempur modern.

Jet tempur F-16 ini dilengkapi dengan 9 titik utama untuk muatan senjata, yaitu: satu disetiap ujung sayap, tiga dibawah masing-masing sayap, dan satu dibagian tengah dibawah bodi pesawat. Artilerinya diluncurkan oleh pelontar Raytheon LAU-88, MAU-12 dan rak peluncur bom Orgen. Sayap kiri diisi dengan 20mm General Electric M61A1 multi-barrel Cannon, sedangkan gunsight dihubungkan ke HUD kokpit melalu antarmuka. Misil untuk bertempur di udara yang dibawa oleh F-16 adalah Lockheed Martin/ Raytheon AIM-9 Sidewinder, Raytheon AMRAAM, Raytheon Sparrow, MBDA Skyflash dan ASRAAM, dan MBDA R 550 Magic 2. Misil untuk bertempur udara – daratan milik F-16 antara lain Maverick, misil HARM dan Shrike yang diproduksi oleh Raytheon, dan misil anti kapal termasuk Boeing Harpoon dan Kongsberg Penguin. Selain itu, jet ini dapat dilengkapi dengan Lockheed Martin WCMD – Wind Corrected Munitions Dispenser, yaitu dispenser mesiu yang mampu mengatasi masalah angin, yang menyajikan tuntunan presisi untuk kumpulan mesiu CBU-87, -89, dan -97. Sistem ini mengoreksi peluncuran sementara, kesalahan balistik, dan gangguan kecepatan angin pada ketinggian.

f-16-fighting-falcon-wallpaper-indonesia-tni-au

F-16 Block 52 Indonesia

Sistem targeting F-16 adalah Lockheed Martin LANTIRN yang dilengkapi dengan sistem targeting dan navigasi inframerah. Sistem ini dihubungkan dengan display holografik BAE Systems. F-16 Block 50/52 dilengkapi dengan sistem targeting HARM, AN/ASQ-213 dari Raytheon. Khusus pesawat tempur F-16 milik militer Amerika dilengkapi pula dengan Northrop Grumman Litening II atau Litening ER targeting pod. Pada Agustus 2001, Lockheed Martin terpilih sebagai penyedia Sniper XR (extended range) sebagai targeting pod baru yang lebih canggih untuk USAF F-16 dan F-15E. Sniper XR menyatukan resolusi tinggi mid wave FLIR, laser mode ganda, CCD TV, tracker titik laser, dan penanda laser yang dikombinasikan dengan algoritma pemrosesan gambar canggih.

Jet F-16 adalah pesawat pertama yang menggunakan rak senjata terbaru USAF, Edo Corporation BRU-57. BRU-57 adala rak peluncur vertikal yang menggandakan kapasitas persenjataan presisi jet seperti JDAM dan WCMD. Senjata yang mampu mengatasi segala cuaca seperti AGM-84E Stand-Off Land-Attack Missile (SLAM) dan AGM-142 Popeye II direncanakan untuk diikut sertakan sebagai persenjataan jet tempur ini dalam pembaharuan kedepannya. Senjata canggih lainnya yang mungkin juga diikutsertakan seperti MICA, Python IV, IRIS-T, misil tempur udara Active Skyflash, ALARM dan misil antiradiasi, senjata multimisi Apache, sistem dispenser otonom penerbangan bebas dan misil dengan panduan laser AS3OL.

Secara umum, laju maksimum F-16 pada ketinggian laut adalah Mach 1,2, sekitar 915 mph atau 1.470 km per jam. Sedangkan pada ketinggian udara mampu mencapai kecepatan Mach 2+, sekitar 1.500 mph atau 2.410 km per jam. Radius tempurnya adalah 340 mi (290 nmi atau 550 km) pada misi tinggi – rendah – tinggi dengan muatan 4 bom seberat 1.000 lbs atau 450 kg. Jangkauan ferinya adalah 2.280 nm (2.620 nmi atau sekitar 4.220 km) dengan tanki lepas. Batas ketinggian yang dapat dicapai adalah sekitar 50.000+ ft atau 15.240+ meter dengan laju menanjak mencapai 50.000+ ft per menit, sekitar 254 m per detik. Beban sayap: 88.3 lb/ft² (431 kg/m²) dan detail dorongan/berat 1.095.

Ngetop:

  • lihat atraksi tni udar
  • pesawat f 16
  • pesawat tempur dengan persenjataan terbanyak